Pascakerusuhan Demo 27 Agustus, Mahasiswa dan Ormas Serukan Aspirasi Damai Tanpa Anarkisme

Oleh: kida kosat 15 September 2026, 11:37 Politik Dilihat: 14 kali
Pascakerusuhan Demo 27 Agustus, Mahasiswa dan Ormas Serukan Aspirasi Damai Tanpa Anarkisme
Kericuhan yang terjadi setelah demonstrasi di kawasan Gedung DPR/MPR RI pada 27 Agustus 2026 menjadi perhatian berbagai elemen masyarakat. Aksi yang sebelumnya membawa sejumlah tuntutan termasuk pemberantasan korupsi dan pengesahan RUU Perampasan Aset berkembang menjadi bentrokan pada malam hari setelah sebagian massa aksi utama membubarkan diri. Sejumlah fasilitas dilaporkan mengalami kerusakan sementara kendaraan dan pos polisi dibakar dalam kericuhan tersebut. Polda Metro Jaya mencatat 322 orang sempat diamankan sedangkan Tim Advokasi untuk Demokrasi mencatat 22 orang mengalami luka-luka dan seorang warga bernama Bambang Setiyawan meninggal dunia di tengah rangkaian kericuhan di kawasan Pejompongan. Peristiwa tersebut kemudian memunculkan berbagai seruan agar ruang demokrasi tetap dijaga tanpa membiarkan penyampaian aspirasi berubah menjadi kekerasan dan perusakan.

Situasi tersebut turut menjadi latar munculnya pesan dari Gerakan Mahasiswa Kosgoro (GEMA KOSGORO) Tangerang Selatan melalui video bertajuk “Suara Mahasiswa untuk Perubahan Bukan untuk Kerusuhan”. Video tersebut menempatkan mahasiswa sebagai bagian dari kekuatan perubahan yang memiliki hak untuk bersuara dan mengkritik kebijakan pemerintah namun tetap dituntut menjaga arah perjuangan agar tidak bergeser menjadi tindakan destruktif. Melalui rangkaian narasi dan cuplikan aksi massa GEMA KOSGORO menekankan bahwa keberanian mahasiswa tidak diukur dari kerasnya benturan di jalan tetapi dari kemampuan membawa gagasan serta solusi bagi persoalan masyarakat. Pesan itu sekaligus menjadi ajakan agar mahasiswa tetap kritis dan independen tanpa mudah terseret provokasi yang dapat mengaburkan substansi tuntutan.

Nada serupa muncul dalam video FBR Korwil Jakarta Selatan bertajuk “Jakarta Bukan Milik Perusuh”. Dari perspektif masyarakat FBR menyatakan bahwa kebebasan menyampaikan pendapat tetap harus dihormati namun aksi yang berujung pada perusakan fasilitas umum dan kekerasan maupun penyebaran provokasi tidak dapat dibenarkan. FBR juga menyoroti dampak kerusuhan terhadap warga yang justru dapat menjadi pihak paling dirugikan ketika situasi tidak lagi terkendali. Pesan tersebut sejalan dengan kondisi pascaaksi 27 Agustus ketika aktivitas transportasi sempat terganggu dan aparat mencatat adanya kerusakan fasilitas serta tindakan kekerasan di sejumlah titik Jakarta.

Kemunculan kedua video memperlihatkan adanya keresahan yang sama dari dua kelompok dengan latar berbeda setelah kericuhan 27 Agustus 2026. GEMA KOSGORO membawa pesan dari ruang mahasiswa dengan menekankan pentingnya gagasan dan tanggung jawab dalam memperjuangkan perubahan sedangkan FBR menempatkan keselamatan warga dan keamanan ruang publik sebagai perhatian utama. Keduanya tidak menutup ruang terhadap kritik maupun demonstrasi tetapi berupaya menarik garis tegas antara penyampaian aspirasi dengan tindakan kekerasan. Pesan yang dibangun mengarah pada satu kesimpulan bahwa demokrasi tetap membutuhkan suara yang kritis namun kehilangan maknanya ketika perjuangan berubah menjadi provokasi dan kerusuhan yang pada akhirnya justru menghadirkan korban di tengah masyarakat.

Komentar (0)

Tinggalkan Komentar

Alamat IP Anda akan dicatat untuk keperluan keamanan. Bidang bertanda * wajib diisi.

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama memberikan pendapat!

Berita Terkait

Presiden Prabowo Lantik Suahasil Nazara Jadi Menkeu Gantikan Purbaya, Ini Tantangan dan Rekam Jejaknya

Presiden Prabowo Lantik Suahasil Nazara Jadi Menkeu Gantikan Purbaya, Ini Tantangan dan Rekam Jejaknya

Presiden Prabowo Subianto resmi melantik Suahasil Nazara sebagai Menteri Keuangan menggantikan Purbaya Yudhi Sadewa pada Senin (14/09) di Istana Negara. Penunjukan mantan Wakil Menteri Keuangan ini dilakukan untuk menjaga stabilitas APBN, menekan defisit anggaran, serta menata kembali kredibilitas fiskal nasional di tengah tantangan ekonomi....

15 Sep 2026 Politik